YOGYAKARTA — Akademisi Program Studi S1 Ekonomi Syariah, Febrian Wahyu Wibowo, M.E., mengambil peran strategis dengan terjun langsung mendampingi para pelaku usaha mikro di akar rumput. Keterpanggilan ini diwujudkan melalui partisipasi aktifnya sebagai pendamping utama dalam program Inkubasi Bisnis Usaha Mikro inisiasi NU Care LAZISNU DIY yang menggelar tahap pembekalan di Aula PWNU DIY, pada Kamis (02/07/2026). Kehadiran sosok akademisi ini menjadi angin segar dalam membangun ekosistem pendampingan UMKM yang lebih terstruktur dan ilmiah.
Berbekal keilmuan di bidang Ekonomi Syariah, Febrian mempelopori pendekatan pendampingan yang berlandaskan prinsip-prinsip syariat bagi para penerima manfaat. Baginya, program inkubasi bisnis ini merupakan medium yang tepat untuk mewujudkan visi besar transformasi zakat. Tujuannya adalah mengubah wajah zakat dari yang sebelumnya sekadar bantuan amal menjadi sebuah mesin pencetak kemandirian ekonomi bagi para mustahik.
Visi tersebut sejalan dengan harapan Ketua LAZISNU DIY, Dinik Putri Rahajeng Pangestuti, yang menekankan pentingnya peran pendamping akademis di lapangan. Dinik menegaskan bahwa zakat harus menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu mengubah masyarakat menjadi pribadi yang mandiri secara ekonomi. Oleh karena itu, kehadiran pendamping sangat krusial untuk memastikan setiap usaha yang didanai benar-benar berkembang, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.
Di antara 40 calon pendamping lintas perguruan tinggi dan Badan Otonom (Banom) NU yang hadir, Febrian menonjol sebagai figur yang merepresentasikan sinergi riil antara dunia akademik dan organisasi kemasyarakatan. Tugasnya di lapangan tidak hanya memantau penggunaan modal, tetapi juga meramu strategi pengembangan bisnis yang mudah dipahami oleh para pelaku UMKM. Ia bertugas menerjemahkan keilmuan tata kelola keuangan kampus agar relevan, adaptif, dan berkelanjutan saat dipraktikkan langsung oleh para pedagang mikro.
Kiprah proaktif Febrian Wahyu Wibowo dalam kegiatan pemberdayaan ini diharapkan dapat menjadi cetak biru yang ideal bagi program pengabdian masyarakat di lingkungan kampus. Sinergi apik antara pengetahuan akademis ekonomi Islam dan praktik pendampingan lembaga amil zakat ini diyakini akan sukses mencetak banyak pelaku usaha mikro yang mandiri, tangguh, dan membawa berkah bagi perputaran ekonomi umat.