YOGYAKARTA — Dinamika topik penelitian mahasiswa Program Studi S1 Ekonomi Syariah Universitas Alma Ata (UAA) Yogyakarta kian menunjukkan arah yang modern dan membumi. Tidak lagi terjebak pada dikotomi teori klasik, lembar-lembar skripsi mahasiswa kini berani membedah realitas sosial yang sedang hangat di masyarakat, mulai dari fenomena jeratan pinjaman online, efektivitas program Makan Bergizi Gratis, hingga inovasi tata kelola wakaf oleh nazir perempuan.

Ditemui di ruang kerjanya setelah mendampingi rangkaian sidang pendadaran mahasiswa, Ketua Program Studi S1 Ekonomi Syariah Universitas Alma Ata, Dr. Rusny Istiqomah Sujono, S.E.Sy., M.A., tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya. Beliau menyampaikan bahwa pergeseran tren riset ini merupakan langkah konkret prodi dalam mencetak lulusan yang peka terhadap masalah umat sekaligus adaptif dengan perkembangan zaman.

Dalam sebuah sesi wawancara mendalam, Dr. Rusny menjelaskan bagaimana kurikulum di prodi Ekonomi Syariah UAA sengaja dirancang untuk tidak membatasi ruang gerak berpikir mahasiswa. Saat ditanya mengenai maraknya riset keuangan digital seperti fenomena pinjol dan crowdfunding, beliau menegaskan bahwa teknologi finansial adalah realitas baru yang harus dihadapi, bukan dihindari. Menurutnya, tugas akademisi adalah memberikan pisau analisis muamalah yang tajam agar inovasi digital tersebut tetap berjalan di atas koridor syariat dan memberikan perlindungan bagi masyarakat kecil yang rentan.

Ketika disinggung mengenai topik unik yang mengangkat isu berskala nasional seperti dampak program Makan Bergizi Gratis di daerah, Dr. Rusny tersenyum hangat. Beliau memaparkan bahwa ekonomi syariah memiliki instrumen universal bernama maqasid syariah atau tujuan-tujuan syariat, di mana salah satu pilarnya adalah menjaga jiwa dan keturunan lewat pemenuhan nutrisi yang baik. Melalui riset mahasiswa tersebut, kampus ingin melihat sejauh mana kebijakan negara mampu menggerakkan roda ekonomi pasar tradisional dan pelaku UMKM pangan lokal secara adil dan maslahat.

Lebih lanjut, Dr. Rusny yang juga banyak membimbing riset bertema filantropi Islam dan isu gender, memberikan perhatian khusus pada penelitian mahasiswa tentang kapabilitas nazir perempuan. Beliau menekankan bahwa dalam sejarah peradaban Islam, perempuan memiliki andil besar dalam pengelolaan aset sosial. Munculnya riset tentang kepemimpinan perempuan dalam mengelola wakaf dan penerapan sistem manajemen digital (Learning Management Systems) di lembaga pengelola wakaf membuktikan bahwa mahasiswa UAA siap membawa institusi keagamaan bertransformasi ke arah yang lebih profesional.

Mengakhiri sesi wawancara, Dr. Rusny Istiqomah Sujono berharap agar deretan karya ilmiah yang lahir dari rahim Universitas Alma Ata ini tidak hanya berakhir menjadi pajangan mati di rak perpustakaan. Beliau menegaskan komitmen prodi untuk terus mendorong hilirisasi riset mahasiswa agar bisa menjadi rekomendasi kebijakan yang nyata bagi industri halal, lembaga keuangan syariah, hingga para pengambil kebijakan di tingkat daerah maupun nasional.