Akademisi Program Studi S1 Ekonomi Syariah Universitas Alma Ata menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan intelektual terhadap pernyataan sikap yang disampaikan oleh Rektor Universitas Alma Ata bersama civitas akademika dalam merespons dinamika geopolitik global dan perkembangan kebijakan nasional yang tengah berlangsung. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk tidak bersikap pasif terhadap isu-isu strategis yang mempengaruhi masa depan bangsa dan kemanusiaan.

Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, fragmentasi ekonomi dunia, serta perubahan lanskap kerja sama internasional, perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai penjaga nalar kritis dan penyuara nilai-nilai keadilan. Kampus tidak boleh terjebak dalam sikap netral yang semu ketika prinsip kemanusiaan, keadilan, dan kedaulatan ekonomi bangsa dipertaruhkan. Dalam konteks inilah pernyataan sikap Universitas Alma Ata menjadi penting sebagai bentuk tanggung jawab intelektual yang berakar pada nilai-nilai moral, konstitusional, dan kemanusiaan universal.

Dari perspektif ekonomi syariah, dinamika geopolitik global tidak dapat dilepaskan dari persoalan ketimpangan ekonomi, dominasi kekuatan global, serta kerentanan sistem ekonomi dunia terhadap konflik dan krisis. Prinsip-prinsip dasar ekonomi syariah menegaskan pentingnya keadilan distributif, keberpihakan kepada kepentingan publik (maslahah), serta kemandirian ekonomi sebagai fondasi stabilitas sosial. Oleh karena itu, setiap kebijakan ekonomi nasional, termasuk yang berkaitan dengan kerja sama internasional, perlu dikaji secara kritis agar tidak mengorbankan kedaulatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Pernyataan sikap civitas akademika Universitas Alma Ata yang mendorong penguatan diplomasi damai, evaluasi kebijakan strategis nasional, serta penguatan ekonomi berbasis kerakyatan dan koperasi merupakan langkah yang sejalan dengan nilai-nilai ekonomi yang berkeadilan. Pendekatan pembangunan yang terlalu bertumpu pada logika pasar global tanpa perlindungan terhadap kepentingan domestik berpotensi memperlebar kesenjangan sosial dan memperlemah daya tahan ekonomi nasional.

Dalam kerangka ini, perguruan tinggi tidak hanya berkewajiban mengkritisi kebijakan publik, tetapi juga menawarkan alternatif pemikiran berbasis riset dan nilai. Ekonomi syariah, misalnya, menawarkan paradigma pembangunan yang tidak semata mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menekankan pemerataan, keberlanjutan, dan keberpihakan kepada kelompok masyarakat yang rentan. Paradigma ini relevan untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Kami meyakini bahwa suara akademik yang rasional, kritis, dan berbasis nilai merupakan bagian penting dari proses demokrasi dan pembangunan bangsa. Oleh karena itu, keterlibatan civitas akademika dalam diskursus publik harus dipandang sebagai kontribusi intelektual untuk memperkuat kualitas kebijakan dan menjaga arah pembangunan nasional tetap berpihak pada kepentingan rakyat.

Sebagai bagian dari Universitas Alma Ata, akademisi Program Studi S1 Ekonomi Syariah berkomitmen untuk terus menghadirkan kajian akademik, penelitian, dan pemikiran kritis yang konstruktif dalam merespons berbagai dinamika nasional maupun global. Kampus harus tetap menjadi ruang intelektual yang menjaga integritas ilmu pengetahuan, memperjuangkan nilai keadilan, serta berkontribusi nyata bagi kemaslahatan masyarakat.

Program Studi S1 Ekonomi Syariah
Universitas Alma Ata