Unggahan FEB Universitas Alma Ata pada 12 April 2026 menyoroti Workshop Systematic Literature Review (SLR) bagi dosen, dengan pesan bahwa kekuatan riset tidak hanya ditentukan oleh data, tetapi juga oleh cara peneliti memahami literatur. Pesan ini selaras dengan komitmen FEB Universitas Alma Ata untuk mengembangkan riset yang relevan, solutif, dan berdampak, sekaligus mendukung lingkungan belajar yang lebih berkualitas bagi mahasiswa.

Secara sederhana, SLR adalah metode telaah pustaka yang dilakukan secara sistematis untuk menjawab pertanyaan penelitian tertentu. Cochrane menjelaskan bahwa systematic review menelaah seluruh riset ilmiah yang relevan terhadap satu pertanyaan secara terstandar agar peneliti bisa melihat gambaran bukti yang lebih utuh dan objektif. Dalam praktik akademik, pendekatan ini penting karena membantu peneliti tidak hanya “mengumpulkan bacaan”, tetapi benar-benar menyusun pemahaman ilmiah berdasarkan prosedur yang jelas.

SLR menjadi semakin penting karena jumlah publikasi ilmiah terus bertambah, sementara tidak semua sumber memiliki kualitas yang sama. Tanpa metode yang rapi, kajian pustaka bisa menjadi terlalu selektif, bias, atau hanya mengambil referensi yang mendukung pendapat penulis. Melalui SLR, peneliti menentukan pertanyaan riset, menetapkan kriteria artikel yang akan dipakai, menelusuri sumber secara sistematis, lalu menyaring dan menyintesis temuan dengan cara yang lebih transparan. Itulah mengapa systematic review sering dipandang sebagai pendekatan yang lebih kuat dibanding telaah pustaka biasa.

Dalam pelaksanaannya, SLR juga sangat erat dengan PRISMA 2020. PRISMA merupakan pedoman pelaporan systematic review yang membantu penulis menjelaskan alasan review dilakukan, metode yang digunakan, dan hasil yang diperoleh secara lebih lengkap. PRISMA 2020 juga dilengkapi checklist serta flow diagram, sehingga proses seleksi artikel dapat ditampilkan dengan lebih jelas dan mudah dipahami pembaca. Dengan kata lain, SLR bukan hanya soal mencari banyak referensi, tetapi juga soal menjaga kualitas dan keterlacakan proses penelitian.

Bagi dosen, penguasaan SLR sangat bermanfaat untuk memperkuat kualitas penelitian, memperbarui wawasan keilmuan, dan menemukan celah riset yang benar-benar relevan. Hal ini penting terutama di lingkungan FEB Universitas Alma Ata yang menempatkan riset sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap pengembangan kebijakan, inovasi bisnis, dan pemberdayaan masyarakat. Ketika dosen terus meningkatkan kapasitas metodologinya, dampaknya tidak berhenti pada publikasi ilmiah saja, tetapi juga terasa dalam kualitas pembelajaran di kelas.

Bagi mahasiswa, mengenal SLR sejak dini juga sangat bermanfaat. Mahasiswa tidak hanya terbantu saat menyusun tugas akhir atau proposal penelitian, tetapi juga belajar bagaimana membaca literatur secara kritis, membandingkan hasil studi, dan menyusun argumen akademik yang lebih kuat. Ini relevan dengan arah Prodi S1 Ekonomi Syariah Universitas Alma Ata yang tidak hanya mengajarkan teori keuangan syariah dan fiqh muamalah, tetapi juga membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis, inovasi, dan kesiapan menghadapi kebutuhan industri halal yang terus berkembang.

Dalam konteks ekonomi syariah, SLR sangat relevan karena bidang ini mencakup banyak sektor, mulai dari industri halal, keuangan syariah, zakat dan wakaf, hingga pariwisata halal dan dunia akademik. Dengan ruang kajian yang luas seperti itu, SLR membantu peneliti memetakan temuan-temuan terdahulu, melihat tren riset, dan merumuskan arah penelitian yang lebih fokus. Pendekatan ini penting agar pengembangan ilmu ekonomi syariah tidak berjalan secara parsial, melainkan dibangun di atas bukti ilmiah yang tersusun dengan baik.

Karena itu, workshop SLR yang diangkat FEB Universitas Alma Ata bukan sekadar kegiatan pelatihan metodologi, tetapi juga cerminan budaya akademik yang ingin terus tumbuh. Ketika dosen belajar memperkuat riset melalui pendekatan yang lebih sistematis, mahasiswa ikut memperoleh manfaat berupa pembelajaran yang lebih tajam, referensi yang lebih berkualitas, dan teladan akademik yang kuat. Pada akhirnya, SLR bukan hanya alat penelitian, melainkan fondasi penting untuk membangun tradisi ilmiah yang unggul, kritis, dan berdampak.